Video

Menanti momen bernapas lega dari asap kebakaran hutan

Mulai dari pemilu daerah hingga gajah … tidak ada yang sederhana saat bersinggungan dengan penyebab kebakaran hutan dan lahan di Indonesia.
Bagikan
0
Memperkecil tingkat degradasi lahan merupakan pekerjaan rumah tangga besar bagi Indonesia. Timothy Cronin/CIFOR

Bacaan terkait

Indonesia - Mengapa ada lebih banyak kebakaran hutan dan lahan sebelum pemilu daerah dilaksanakan di Indonesia? Mengapa perkebunan kelapa sawit juga ikut terbakar? Mengapa perlu bagi semua pihak untuk melihat kebakaran hutan dan lahan dengan pandangan berbeda?

Dan mengapa gajah dilibatkan dalam urusan ini?

Kerusakan lahan akibat kebakaran hutan dan lahan telah dimulai sebelum seseorang membuka suatu pertandingan: Mereka mulai dengan suatu belitan kompleksitas isu politik, ekonomi, kekuasaan dan praktek.

Sehingga demikian, ilmuwan berpendapat, menghindari kebakaran akan lebih berarti bila ada pemahaman tentang akar penyebab termasuk membantu semua orang yang terlibat dapat berperan sesuai dengan kondisi masing-masing.

Dalam video ini, ilmuwan CIFOR menjelaskan beberapa hal intrik serta bagian-bagian lain dari penelitian yang masuk sebagai penyebab kebakaran hutan dan lahan.

(Visited 113 times, 1 visits today)
Informasi lebih lanjut tentang topik ini hubungi Herry Purnomo di h.purnomo.
Riset ini merupakan bagian dari penelitian CGIAR tentang Hutan, Pepohonan dan Agroforestri.
Kebijakan Hak Cipta:
Kami persilahkan Anda untuk berbagi konten dari Berita Hutan, berlaku dalam kebijakan Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International (CC BY-NC-SA 4.0). Peraturan ini mengijinkan Anda mendistribusikan ulang materi dari Kabar Hutan untuk tujuan non-komersial. Sebaliknya, Anda diharuskan memberi kredit kepada Kabar Hutan sesuai dan link ke konten Kabar Hutan yang asli, memberitahu jika dilakukan perubahan, termasuk menyebarluaskan kontribusi Anda dengan lisensi Creative Commons yang sama. Anda harus memberi tahu Kabar Hutan jika Anda mengirim ulang, mencetak ulang atau menggunakan kembali materi kami dengan menghubungi forestsnews@cgiar.org