Analisis

Lagi-lagi tentang perang: perang untuk hutan di Kolombia

Konversi hutan menjadi padang rumput seringkali terjadi sesudah kemenangan paramiliter yang bekerjasama dengan pengusaha peternakan besar.
Bagikan
0

Bacaan terkait

Colombia - Mengingkatnya perang sipil di Kolombia dan disetujuinya sejumlah 1.3 juta dolar Amerika oleh Kongres Amerika sebagai bantuan militer dalam rangka mendukung “Rencana Kolombia” menjadikan sebuah Berita Utama besar.

Tetapi ada sejumlah kecil orang yang berhenti memikirkan tentang kenyataan bahwa kebanyakan kekerasan masyarakat pedesaan di Kolombia terjadi di dekat kawasan hutan. Konflik militer, obat-obatan terlarang, pencucian uang, dan ditambah lagi dengan krisis ekonomi dan politik yang kesemuanya membawa dampak cukup luas bagi tumbuhan dan hidupan liar di kawasan yang terkenal karena tingkat keanekaragaman hayatinya yang tinggi.

Sebuah tulisan oleh Liliana Davao :”Forests in the Time of Violence: Conservation Implication of the Colombian War” dari American Museum of Natural History menunjukkan bahwa pemerintah Kolombia semakin kehilangan kontrol terhadap hutannya. Total 66 % dari hutan di Andean terletak di daerah perkotaan yang diduduki oleh gerilyawan atau paramiliter begitu juga dengan 32% dari hutan Choco dan 20% dari hutan Amazon. Kawasan yang tidak dihuni dan sangat sulit untuk dijangkau merupakan kawasan sisanya. Pemerintahan nasional di Bogota bisa membuat kebijakan apa saja sesuai keinginan mereka. Tetapi di kebanyakan kawasan ini pengaruh mereka terhadap semua masalah yang terjadi sangat kecil.

Pada beberapa kawasan yang dikontrol gerilyawan (meskipun hampir kesemuanya), kelompok ini menggambarkan apa yang disebut oleh Davalos dengan ’gun point conservation” atau sasaran tembak konservasi. Di kawasan ini, gerilyawan menggunakan lahan pertambangan dan membatasi kegiatan sipil untuk melindungi sumber daya air dan satwa. Gerilyawan juga mencari upaya untuk memelihara tutupan hutan di beberapa kawasan tertentu untuk kepentingan militer.

Konversi hutan menjadi padang rumput seringkali terjadi sesudah diperolehnya kemenangan paramiliter, sejak banyak kelompok paramiliter yang bekerjasama dengan pengusaha peternakan besar. Peternakan juga memberikan kenyamanan mulai dari lalu lintas obat terlarang sampai pencucian uang. Ladang Coca dan Poppy telah menggantikan hutan di kedua daerah kekuasaan gerilyawan dan paramiliter. Pemerintah menggunakan herbisida untuk menghancurkan tanaman tersebut yang tampaknya hanya membuat masalah bertambah buruk karena umumnya petani memindah produksinya jauh ke dalam hutan. Kecenderungan ini membantu menerangkan mengapa pertanian perbatasan terus berkembang meskipun penduduk desa menurun 0.3% setiap tahun antara tahun 1990 dan 1995.

Pengaruh terbesar dari kesemuanya itu berasal dari akibat bencana peperangan di Kolombia terhadap kondisi ekonomi dan penurunan secara umum pada stabilitas kelembagaan di daerah pedesaan. Pada tahun 1998, pemerintah terpaksa mengurani anggaran Departemen Lingkungan pada level anggaran yang diberikan pada tahun 1978 untuk membayar kehilangan akibat peperangan. Potongan selanjutnya terjadi di tahun 1999. Dengan ketidakpastian yang berlangsung terus menerus, terbatasnya pelayanan pemerintah, dan adanya pelanggaran hukum, maka masyarakat Kolombia memperoleh sedikit sekali insentif dari yang diterima sebelumnya menyangkut konsekuensi lingkungan jangka panjang akibat tindakan mereka.

Konflik yang terus berlangsung di Kolombia selama beberapa tahun kedepan ini tidak diragukan lagi dapat memberikan konsekuensi yang serius bagi hutannya. Sedikit bukti menunjukkan bahwa kelompok gerilyawan dan paramiliter merupakan species langka. Mungkin sudah saatnya bagi masyarakat kehutanan untuk menyumbangkan sedikit pemikiran bagi isu seperti ini.

(Visited 75 times, 2 visits today)
Kebijakan Hak Cipta:
Kami persilahkan Anda untuk berbagi konten dari Berita Hutan, berlaku dalam kebijakan Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International (CC BY-NC-SA 4.0). Peraturan ini mengijinkan Anda mendistribusikan ulang materi dari Kabar Hutan untuk tujuan non-komersial. Sebaliknya, Anda diharuskan memberi kredit kepada Kabar Hutan sesuai dan link ke konten Kabar Hutan yang asli, memberitahu jika dilakukan perubahan, termasuk menyebarluaskan kontribusi Anda dengan lisensi Creative Commons yang sama. Anda harus memberi tahu Kabar Hutan jika Anda mengirim ulang, mencetak ulang atau menggunakan kembali materi kami dengan menghubungi forestsnews@cgiar.org

Bacaan lebih lanjut

Anda dapat memperoleh tulisan secara cuma-cuma melalui elektronik mail dengan menghubungi Liliana Davalos di: mailto:davalos@amnh.org

Jika anda ingin memberikan komentar dan tanggapan tentang tulisan tersebut maka silahkan menghubungi Liliana Davalos di: mailto:davalos@amnh.org