Analisis

Pembukaan jalan memberikan keuntungan bagi taman nasional Darien

Jika pemerintah meneruskan rencananya, kawasan padang rumput akan meningkat menjadi 50,000 hektar.
Bagikan
0

Bacaan terkait

Latin America - Hampir semua lembaga pemerintah dan pemberi pinjaman memerlukan analisa dampak lingkungan bagi keperluan proyek pembuatan jalan. Biasanya, kajian seperti ini memakan biaya ratusan ribu dollar. Tetapi kebanyakan laporan yang pernah saya baca tidak banyak membantu. Seringkali kita hanya mendapatkan sedikit sekali informasi mengenai dampak lingkungan proyek tersebut sama seperti pada saat kita mulai mebacanya.

“Analisa Ekonometrik Spasial dan Evaluasi Proyek: Modeling Perubahan tata guna lahan di Darien’ yang ditulis oleh Gerald Nelson, Virginia Harris, dan Steve Stones merupakan perkecualian. Penulis menggunakan “state-of-the-art’ data ilmu ekonometrik dan penginderaan jarak jauh untuk memperkirakan sampai sejauh mana pelapisan ulang semen Jalan Raya Pan-America menuju Yaviza dan pembangunan ferry menuju La Palma dapat mempengaruhi Taman Nasional Darien dan cagar alam asli yang ada di dalam kawasan tersebut. Untuk jangka waktu panjang, pengaspalan jalan menuju Yaviza juga menjadi langkah awal ditutupnya salah satu jalan yang masih terbuka antara Panama dan Columbia, yang memisahkan Amerika Utara dari Amerika Selatan. Mengingat sifatnya yang kontorversial, Inter-American Development Bank (AIDAB) menginginkan dilakukannya analisa dampak lingkungan yang sebaik mungkin sebelum pinjaman sejumlah 70 juta USD dapat diberikan untuk mendanai proyek tersebut dan aktifitas lainnya.

Studi membuat asumsi bahwa biaya transportasi sebagian besar dientukan pada saat petani diuntungkan dengan menanam tanaman pangan dan padang rumput dan pada saat perusahaan kayu menebang atau memanen pohon. Dengan mempelajari hubungan antara biaya transport, penggunaaan lahan, dan penebangan antara tahun 1987 dan 1997, penulis dapat membuat simulasi bagaimana petani dan pengusaha kayu akan bereaksi jika pemerintah mengaspal jalan dan membangun ferry. Kajian ini melihat pada sembilan kategori penggunaan lahan, juga kondisi apakah kawasan tersebut masuk atau tidak ke dalam kawasan taman nasional, cagar alam asli, atau konsesi hutan.

Penulis menyimpulkan bahwa jika pemerintah tetap meneruskan rencananya maka kawasan padang rumput akan meningkat menjadi 50,000 hektar. Kebanyakan padang rumput yang baru akan menggantikan semak, bukannya hutan tua. Proyek tersebut juga akan mempengaruhi hutan cativo, tetapi sebaliknya tidak banyak menyebabkan deforestasi. Penulis tidak mengharapkan penebang kayu tidak terlalu banyak memanen kayu bernilai tinggi mengingat bahwa pada kenyataannya akses seluruh kawasan Darien mudah bagi penebang yang berminat untuk memanen jenis kayu bernilai tinggi.

 

(Visited 99 times, 1 visits today)
Kebijakan Hak Cipta:
Kami persilahkan Anda untuk berbagi konten dari Berita Hutan, berlaku dalam kebijakan Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International (CC BY-NC-SA 4.0). Peraturan ini mengijinkan Anda mendistribusikan ulang materi dari Kabar Hutan untuk tujuan non-komersial. Sebaliknya, Anda diharuskan memberi kredit kepada Kabar Hutan sesuai dan link ke konten Kabar Hutan yang asli, memberitahu jika dilakukan perubahan, termasuk menyebarluaskan kontribusi Anda dengan lisensi Creative Commons yang sama. Anda harus memberi tahu Kabar Hutan jika Anda mengirim ulang, mencetak ulang atau menggunakan kembali materi kami dengan menghubungi forestsnews@cgiar.org

Bacaan lebih lanjut

Anda dapat memberikan tanggapan maupun bertukar pendapat dengan penulis di : mailto:g-nelson@uiuc.edu

Anda juga dapat memperoleh paper ini dalam versi elektronik melalui internet pada web page berikut: http://www/iadb.org/sds/utility.cfm/488/ENGLISH/pub/1355

Untuk memperoleh hardcopy secara cuma-cuma Anda dapat menghubungi Diego Rodriguez di: mailto:diegor@iadb.org (jangan lupa untuk menuliskan alamat pos Anda).