Dalam fokus Bentang alam


Berita - 30 Des 2017
Menghindari definisi dari atas ke bawah di Forum Bentang Alam Global
Berita - 2 Nov 2017
Perhutanan masyarakat diharapkan menjadi solusi konflik dan meningkatkan kualitas hutan

Video T&J - 19 Jan 2018
Haruskah kita membakar pohon untuk energi?
Robert Nasi, Direktur Jendral CIFOR mengulas perdebatan tentang biomassa hutan di Parlemen Uni Eropa
Liputan Acara - 28 Des 2017
Ilmu pengetahuan berawal dari kualitas data: Presiden Mauritius mendesak pelaporan aksi-aksi di bentang alam Afrika
Ilmuwan, pemimpin dan masyarakat menjalin jejaring di Forum Bentang Alam Global di kota Bonn.
Wawancara - 20 Des 2017
Mengukir jejak: Bagaimana pergerakan manusia membentuk bentang alam
Ilmuwan Houria Djoudi mengupas pentingnya mobilitas dan migrasi
Wawancara - 19 Des 2017
‘Kita semua adalah pemangku kepentingan dari masalah yang kita hadapi’
Refleksi Direktur Jenderal CIFOR, Robert Nasi, menjelang Forum Bentang Alam Global di Bonn
Wawancara - 29 Nov 2017
Peran vital hutan bagi keamanan pangan global
Penjelasan ilmuwan CIFOR mengenai hubungan hutan dan keamanan pangan global pada Forum EAT di Jakarta
Berita - 16 Okt 2017
Merawat mangrove: Dari Tanzania hingga Indonesia
Kajian global menemukan kunci konservasi hutan pesisir ada pada hak tenurial
Berita - 29 Sep 2017
Apakah hukum dan peraturan adalah kunci mencegah karhutla?
Untuk mencegah karhutla di lahan gambut lebih banyak sumber daya perlu dikhususkan untuk pemantauan, penjangkauan dan penegakan hukum.
Berita - 12 Sep 2017
Di ujung hutan, perubahan terjadi dalam berbagai bentuk
Penelitian terbaru mengenai perubahan pemanfaatan lahan meluas dari hanya dampak diet hingga pemetaan satelit.
Berita - 11 Sep 2017
Perubahan bentang alam: Dari hasil hutan menjadi makanan
Beradu argumentasi dengan pandangan konvensional tentang ekspansi pertanian.
Berita - 10 Sep 2017
Hutan, peternakan dan pangan
Ditemukan bukti baru kontribusi hutan pada keragaman diet.
Berita - 18 Agt 2017
Pemantauan pendekatan bentang alam: Laporan kegagalan juga diperlukan
Kajian pada hampir 17.000 dokumen temukan kelemahan dalam literatur, baik soal keberhasilan maupun kegagalan.