Bagikan
0

Bacaan terkait

Bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup Dunia, 5 Juni lalu, Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP) mencanangkan program Dekade Restorasi. Program ini menyerukan partisipasi aktif kaum muda dalam kegiatan pemulihan dan perbaikan kondisi lingkungan hidup.

Di Indonesia, kegiatan restorasi juga digiatkan di lahan mangrove. Sebagai salah satu negara dengan mangrove terluas yaitu 3,2 juta hektar atau 23% dari total luasan mangrove di dunia, tingkat kehilangan dan degradasi tipe ekosistem ini masih tergolong tinggi.

Bersama Peneliti CIFOR Trialaksita SP Ardhani dan Presiden Kelompok Studi Ekosistem Mangrove Teluk Awur Ghifar Naufal Aslam, topik #BincangHutan kali ini menyorot tentang peran generasi muda untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya konservasi dan restorasi mangrove.

(Visited 1 times, 1 visits today)
Informasi lebih lanjut tentang topik ini hubungi Trialaksita Ardhani di T.Ardhani@cgiar.org atau Ghifar Naufal Aslam di fafaaslam@gmail.com.
Riset ini merupakan bagian dari penelitian CGIAR tentang Hutan, Pepohonan dan Agroforestri, yang didukung pendanaan dari donor CGIAR.
Kebijakan Hak Cipta:
Kami persilahkan Anda untuk berbagi konten dari Berita Hutan, berlaku dalam kebijakan Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International (CC BY-NC-SA 4.0). Peraturan ini mengijinkan Anda mendistribusikan ulang materi dari Kabar Hutan untuk tujuan non-komersial. Sebaliknya, Anda diharuskan memberi kredit kepada Kabar Hutan sesuai dan link ke konten Kabar Hutan yang asli, memberitahu jika dilakukan perubahan, termasuk menyebarluaskan kontribusi Anda dengan lisensi Creative Commons yang sama. Anda harus memberi tahu Kabar Hutan jika Anda mengirim ulang, mencetak ulang atau menggunakan kembali materi kami dengan menghubungi forestsnews@cgiar.org