Bagikan
0

Bacaan terkait

Memulihkan degradasi lahan akibat deforestasi di bentang alam merupakan tantangan besar, dan inisiatif penanaman pohon sebagai bagian dari upaya untuk mengimbangi emisi karbon dioksida ternyata sebenarnya dapat memperburuk masalah.

Terkait hal ini riset terbaru World Agroforestry menjelaskan potensi risiko yang ditimbulkan oleh beberapa inisiatif penanaman pohon skala besar. Para peneliti mengusulkan 10 prinsip pengelolaan bentang alam untuk meningkatkan penyerapan karbon, memberikan manfaat bagi keanekaragaman hayati, jasa lingkungan, dan menciptakan mata pencaharian berkelanjutan.

Usulan ini terangkum dalam jurnal ilmiah Global Change Biology yang merinci penelitian ekologi terbaru.

Menurut para peneliti, berbagai tantangan upaya restorasi bentang alam di antaranya target capaian yang terlalu tinggi, berpindahnya keanekaragaman hayati asli, meningkatnya spesies invasif, berkurangnya spesies penyerbuk, menurunnya produksi makanan akibat terbatasnya lahan pertanian, terganggunya siklus air, serta penurunan kadar karbon biomassa dan karbon organik tanah.

“Faktor-faktor ini berkaitan dengan lebih besar lahan digunakan untuk kebun monokultur dibandingkan upaya restorasi yang mendorong keanekaragaman spesies pohon asli yang kaya karbon,” menurut hasil riset, yang juga mencatat hanya sepertiga dari komitmen Tantangan Bonn dan skema lain-lain ditujukan untuk memulihkan hutan alami.

Berdasarkan kesepakatan Tantangan Bonn, negara-negara bersedia untuk merestorasi 150 juta hektar lahan pada 2020 dan 350 juta hektar pada 2030 sebagai bagian dari Deklarasi New York tentang Hutan, yang disetujui dalam pembicaraan iklim PBB 2014.

(Visited 1 times, 1 visits today)
Riset ini merupakan bagian dari penelitian CGIAR tentang Hutan, Pepohonan dan Agroforestri, yang didukung pendanaan dari donor CGIAR.
Kebijakan Hak Cipta:
Kami persilahkan Anda untuk berbagi konten dari Berita Hutan, berlaku dalam kebijakan Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International (CC BY-NC-SA 4.0). Peraturan ini mengijinkan Anda mendistribusikan ulang materi dari Kabar Hutan untuk tujuan non-komersial. Sebaliknya, Anda diharuskan memberi kredit kepada Kabar Hutan sesuai dan link ke konten Kabar Hutan yang asli, memberitahu jika dilakukan perubahan, termasuk menyebarluaskan kontribusi Anda dengan lisensi Creative Commons yang sama. Anda harus memberi tahu Kabar Hutan jika Anda mengirim ulang, mencetak ulang atau menggunakan kembali materi kami dengan menghubungi forestsnews@cgiar.org