Buletin COP28

COP28 Berakhir: Solusi Menang Menang bagi Para Pihak

Akhir dari negosiasi panjang dan momentum penting rampungnya konferensi
Bagikan
0
Sultan Al Jaber, Presiden COP28 dan para peserta pada sesi pleno penutup UNFCCC COP28 di Expo City Dubai, 13 Desember 2023, Dubai, Uni Emirat Arab. Foto oleh: Christopher Pike/COP28

Bacaan terkait

Rapat pleno dimulai dengan pidato pembuka dari Presiden COP28, Sultan Ahmed Al Jaber, yang membahas perlunya upaya kolaboratif dari semua pihak menuju perubahan transformatif. Ia kemudian mengundang Conference of the Parties serving as the meeting of the Parties to the Paris Agreement (CMA) untuk mengadopsi keputusan Global Stocktake (GST) dan menandainya dengan mengetuk palu.

Dalam pidatonya, dia menekankan bahwa untuk pertama kalinya, bahan bakar fosil dimasukkan dalam hasil Sekretariat Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC). Keputusan ini meminta semua negara untuk beralih dari penggunaan bahan bakar fosil, namun tidak untuk menghentikannya sepenuhnya, sebagaimana diinginkan oleh banyak pemerintah.

Teks juga mengakui kebutuhan akan pengurangan yang mendalam, cepat, dan berkelanjutan agar dapat membatasi kenaikan suhu menjadi 1,5°C di atas tingkat pra-industri.

Simon Stiell, Sekretaris Eksekutif UNFCCC, menyatakan bahwa meskipun era bahan bakar fosil belum berakhir di Dubai, keputusan ini menandai awal dari akhir.

Perkembangan juga terjadi dalam konteks adaptasi dan keuangan, termasuk operasionalisasi Dana Kerugian dan Kerusakan, meskipun komitmen keuangan cenderung terbatas, demikian diungkapkan oleh António Guterres, Sekretaris Jenderal PBB.

COP28 seharusnya berakhir pada hari Selasa, 12 Desember 2023, namun perundingan intensif dan penuh ketegangan mengenai apakah hasil kesepakatan akan mencakup panggilan untuk “pengurangan bertahap” atau “penghentian” bahan bakar fosil pemanas planet seperti minyak, gas, dan batu bara.

Hal ini menjadi poin krusial yang memisahkan suara dan dukungan seperti dari pendukung iklim, negara-negara yang rentan terhadap perubahan iklim, dan pulau-pulau kecil – hingga memaksa konferensi meminta perpanjangan waktu.

Para negosiator di COP28 juga sepakat untuk memperkuat komitmen dalam meningkatkan kapasitas energi terbarukan menjadi tiga kali lipat dan meningkatkan efisiensi energi menjadi dua kali lipat pada tahun 2030.

Dalam edisi terakhir Buletin Iklim, Keanekaragaman Hayati, dan Hak, kami menyoroti beberapa poin penting yang dibahas di COP28 sebagai berikut:

  • Teks GST ditandai dengan perubahan signifikan dalam mengakhiri era penggunaan bahan bakar fosil.
  • Beberapa negara tidak puas dengan teks tersebut, bahkan The Alliance of Small Island States (AOSIS) tidak ikut di dalam pembicaraan.
  • Keputusan diambil tentang Program Mitigasi, Tujuan Global Adaptasi, Rencana Transisi yang Adil, dan Pasal 6.8.
  • Lihat pelacakan Pernyataan Komitmen terkait Hutan, Pangan, dan Keuangan kami.

Lihat edisi sebelumnya dari Buletin Iklim, Keanekaragaman Hayati, dan Hak di sini.

(Visited 1 times, 1 visits today)
Kebijakan Hak Cipta:
Kami persilahkan Anda untuk berbagi konten dari Berita Hutan, berlaku dalam kebijakan Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International (CC BY-NC-SA 4.0). Peraturan ini mengijinkan Anda mendistribusikan ulang materi dari Kabar Hutan untuk tujuan non-komersial. Sebaliknya, Anda diharuskan memberi kredit kepada Kabar Hutan sesuai dan link ke konten Kabar Hutan yang asli, memberitahu jika dilakukan perubahan, termasuk menyebarluaskan kontribusi Anda dengan lisensi Creative Commons yang sama. Anda harus memberi tahu Kabar Hutan jika Anda mengirim ulang, mencetak ulang atau menggunakan kembali materi kami dengan menghubungi forestsnews@cifor-icraf.org