Bagikan
0

Bacaan terkait

Merujuk permasalahan pada Taman Nasional Komodo, alasan wisatawan berkunjung sangat erat hubungannya dengan biawak beracun sepanjang 3 meter dan bobot 70 kilogram, yang hanya dapat ditemukan liar satu-satunya di dunia: di Taman Nasional Komodo dan sebagian kecil wilayah Pulau Flores di bagian barat dan utara.

Sayangnya, baik komodo maupun taman nasional yang dinamakan sesuai dengan nama satwa kuncinya, mendapatkan risiko seiring popularitasnya yang terus berkembang.

Jumlah wisatawan terus meningkat, bahkan ketika populasi biawak komodo tetap stabil. Stabilitas tersebut merupakan kabar baik.

Baca cerita lengkapnya

Penelitian ini dapat dilakukan dengan dukungan finansial dari USAID, yang mendanai program USAID-CIFOR Fellowship yang mendukung Muhammad Ikbal untuk meraih gelar Master di Universitas Florida

Riset ini merupakan bagian dari penelitian CGIAR tentang Hutan, Pepohonan dan Agroforestri, yang didukung pendanaan dari donor CGIAR.
Kebijakan Hak Cipta:
Kami persilahkan Anda untuk berbagi konten dari Berita Hutan, berlaku dalam kebijakan Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International (CC BY-NC-SA 4.0). Peraturan ini mengijinkan Anda mendistribusikan ulang materi dari Kabar Hutan untuk tujuan non-komersial. Sebaliknya, Anda diharuskan memberi kredit kepada Kabar Hutan sesuai dan link ke konten Kabar Hutan yang asli, memberitahu jika dilakukan perubahan, termasuk menyebarluaskan kontribusi Anda dengan lisensi Creative Commons yang sama. Anda harus memberi tahu Kabar Hutan jika Anda mengirim ulang, mencetak ulang atau menggunakan kembali materi kami dengan menghubungi forestsnews@cgiar.org