Hal-hal kecil tentang hutan tanaman

Hutan tanaman industri memasok hanya di bawah seperempat dari kayu bulat industri global.
, Sunday, 12 Nov 2000

Coba terka?

Lima negara memiliki hampir 2/3 dari hutan tanaman yang ada di seluruh dunia (Cina, India, Jepang, Rusia dan Amerika Serikat).

Tiga per lima dari seluruh hutan tanaman di dunia dibangun dalam kurun waktu lima belas tahun terakhir berada di Asia. Hutan tanaman industri memasok dibawah seperempat dari kayu bulat industri global. Negara tropis dan sub-tropis membangun hampir 45% hutan tanaman.

Sekitar 4 juta hektar hutan tanaman yang baru bertambah setaip tahunnya di kawasan hutan tropis dan sub-tropis.43% dari seluruh tanaman tropis terdiri dari Pinus dan Eucalyptus.India, Brazil, Afrika Selatan, dan Vietnam merupakan yang terbesar untuk seluruh tanaman Eucalyptus di tropis dan sub-tropis (69%).Brazil, Chili, dan Argentina memiliki 82% dari hutan tanaman di Amerika Selatan.Afrika terhitung hanya kurang dari 4% hutan tanaman industri.

Cina, India, Indonesia, Vietnam, Brazil, Chili, dan Aljazair merupakan negara-negara tropis dan sub-tropis yang telah membangun 100.000 hektar hutan tanaman atau lebih di tahun 1995.

“The Global Outlook of Future Wood Supply from Forest Plantations”, yang ditulis oleh Christopher Brown dari FAO, memilki banyak bukti-bukti seperti ini. Di dalamnya juga di analisa menyangkut aspek ekonomi dan kebijakan yang mendorong dibangunnya hutan tanaman.

Copyright policy:
We want you to share Forests News content, which is licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International (CC BY-NC-SA 4.0). This means you are free to redistribute our material for non-commercial purposes. All we ask is that you give Forests News appropriate credit and link to the original Forests News content, indicate if changes were made, and distribute your contributions under the same Creative Commons license. You must notify Forests News if you repost, reprint or reuse our materials by contacting forestsnews@cifor-icraf.org.

Further reading

Untuk memperoleh versi elektronik paper ini atau mengirimkan tanggapan maupun komentar Anda, silahkan hubungi Adrian Whiteman : adrian.whiteman@fao.org